Tafakkur

Ruang Renungan: Cerita Refleksi & Perasaan

Temukan catatan refleksi, curahan perasaan, dan inspirasi hening dari pengguna Tafakkur yang berbagi apa adanya.

“Kadang, satu kalimat jujur lebih menenangkan daripada seribu nasihat.” 🌿

SYUKUR
3 minggu yang lalu

Apa doa syukur yang ingin kamu ucapkan hari ini?

““Hari ini aku bersyukur karena masih diberi napas, akal untuk memahami hidup, dan kekuatan untuk bertahan meski banyak hal tidak berjalan sesuai mauku. Aku bersyukur atas hal kecil yang menenangkan, atas orang yang tetap tinggal, dan atas hati yang masih mau belajar menjadi lebih baik dari kemarin.””


A
Anonim
HUBUNGAN & EMPATI
1 bulan yang lalu

Bagaimana kamu menunjukkan kasih sayang pada keluargamu?

“Aku menunjukkan kasih sayang pada keluargaku dengan cara yang tidak selalu keras kepala harus terlihat manis. Kadang lewat hadir ketika mereka butuh, kadang lewat diam yang menjaga suasana tetap damai, kadang lewat membantu tanpa perlu diumumkan. Aku tidak selalu pandai berkata lembut, tapi aku sela...”


A
Anonim
KESADARAN DIRI
1 bulan yang lalu

Apa yang kamu pelajari dari rasa sakit?

“Aku bisa lebih mendengarkan hari ini dengan berhenti merasa harus menjawab semua hal. Kadang yang dibutuhkan cuma diam yang jujur, kepala yang tidak buru-buru menilai, dan hati yang mau menerima kenyataan apa adanya. Mendengarkan bukan soal telinga, tapi soal memberi ruang bagi sesuatu selain diriku...”


A
Anonim
HUBUNGAN & EMPATI
1 bulan yang lalu

Bagaimana kamu bisa lebih mendengarkan hari ini?

“Aku bisa lebih mendengarkan hari ini dengan berhenti merasa harus menjawab semua hal. Kadang yang dibutuhkan cuma diam yang jujur, kepala yang tidak buru-buru menilai, dan hati yang mau menerima kenyataan apa adanya. Mendengarkan bukan soal telinga, tapi soal memberi ruang bagi sesuatu selain diriku...”


A
Anonim
PERUBAHAN & HARAPAN
1 bulan yang lalu

Bagaimana kamu menjaga semangat saat gagal?

“Waktu gagal, aku tidak coba membakar semangat. Aku cuma pastikan diriku tidak padam. Aku biarkan kecewa itu duduk sebentar, lalu kutanya satu hal: ‘Apa aku masih mau hidup dengan cara yang menyerah?’ Biasanya tidak. Dari situ aku bergerak lagi, pelan saja. Semangatku bukan dari motivasi, tapi dari r...”


A
Anonim